Ateng Hartono

Oleh: Ronald Ginting

Kawanuainside.com, Manado – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mencatat pada Agustus 2019, terjadi deflasi sebesar 1,50 persen. Adapun inflasi tahun kalender tercatat sebesar 1,95 persen, dan inflasi year on year sebesar 3,88 persen.

Kepala BPS Sulut Ateng Hartono berujar inflasi bulan Agustus kemarin dipengaruhi adanya penurunan indeks pada kelompok pengeluaran bahan makanan sebesar 9,34 persen. Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami peningkatan indeks adalah kelompok pengeluaran pendidikan, rekreasi dan olahraga sebesar 5,82 persen.

“Yang lainnya adalah kelompok pengeluaran makanan jadi sebesar 2,23 persen kelompok pengeluaran sandang 2,13 persen, kelompok pengeluaran kesehatan sebesar 0,53 persen, dan sejumlah kelompok lainnya,” tutur Ateng di Kantor BPS Sulut, Senin (2/9).

Dia menambahkan komoditas penyumbang deflasi terbesar di Agustus 2019 yaitu tomat sayur. “Tomat sumbang 3,02 persen. Sementara cabai rawit justru menyumbang inflasi 0,3049 persen,” ujar Ateng.

Dijelaskan Ateng, deflasi tomat perlu diimbangi juga dengan peningkatan kesejahteraan petani tomat. “Dibandingkan provinsi lainnya, deflasi Sulut ketiga terdalam setelah dua daerah lainnya,” ungkapnya. (RTG)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here