Oleh: Nurcholis

Kawanuainside.com, Hong Kong – Bandara Hong Kong kembali beroperasi normal pada hari Selasa (13/8) pagi setelah membatalkan 90 penerbangan malam sebelumnya ketika para pengunjuk ‘menyerbu’ gedung terminal utama untuk hari keempat, gangguan terbesar terhadap perekonomian kota itu sejak demonstrasi dimulai awal Juni.

AFP melaporkan bahwa aksi protes kemarin dipicu oleh kemarahan terhadap seorang petugas polisi yang diduga melakukan kekerasan ketika salah satu pengunjuk rasa terluka di satu mata dan sebuah video menunjukkan gas air mata dilepaskan kepada mereka.

Beberapa penumpang di bandara diizinkan untuk check in sebelum melanjutkan penerbangan mereka.

Namun, hingga pagi ini, Cathay Pacific telah membatalkan lebih dari 200 penerbangan dari dan keluar Hong Kong pada hari Selasa. Maskapai terbesar di kota ini sempat mengeluarkan travel advisory hingga Selasa malam waktu setempat. Sejumlah penerbangan terbatas akan beroperasi hanya untuk menghubungkan penumpang, kata maskapai itu.

Sementara itu, beberapa pengunjuk rasa tampaknya masih berkumpul di bandara. Tidak jelas apakah kelompok itu akan kembali untuk melakukan aksi protes hari ini.

Sejak hari Senin (12/8) seluruh penerbangan keluar Hong Kong dibatalkan akibat ribuan pengunjuk rasa menduduki bandara.

CNBC mengatakan, jalanan menuju bandara tersendat dan parkiran di bandara penuh akibat banyaknya demonstran yang datang ke bandara untuk melakukan unjuk rasa.

Aksi demonstrasi kelompok anti-pemerintah ini, merupakan kelanjutaan aksi menentang kebijakan UU Ekstradisi, yang berkembang menjadi tuntutan kebebasan demokrasi dari Cina.

Aksi demonstrasi ini banyak disebut sebagai ancaman terbesar pemerintah Cina sejak mereka mendapat kota tersebut yang awalnya adalah koloni Inggris pada 1997 silam.

Juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Makau, Yang Guang, yang disiarkan televisi setempat hari Senin mengatakan, Hong Kong berada di titik kritis setelah wilayah semi-otonomi tersebut dilanda aksi protes sejak dua bulan terakhir.

Kondisi tersebut menimbulkan tantangan bagi pemerintah pusat di Beijing, tulis Reuters. (RTG/ck)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here