Oleh: Nurcholis

Kawanuainside.com, Ramallah–Israel mencegah seorang wanita Palestina kembali ke Turki setelah melakukan perjalanan ke Palestina dengan tunangannya untuk menikah.

Pihak berwenang Israel hari Senin menolak permohonan visa Mecdulin Hassune, mencegahnya kembali ke Istanbul, tempat dia tinggal dan bekerja, dengan suaminya asal Palestina, Muhammed Hayri, yang hanya diberikan visa.

Keduanya adalah karyawan Radio dan Televisi Turki (TRT) cabang Arab.

“Kami akan segera bertemu, apa pun yang terjadi,” kata Hayri, menunggu istrinya di Istanbul.

Hayri menggambarkan langkah Israel sebagai “tidak etis dan melanggar hukum”.

Hassune mengatakan apa yang telah mereka lalui menunjukkan “wajah jelek Israel yang membatasi kebebasan bepergian dan berbicara dan membuat hidup tak tertahankan bagi rakyat Palestina”.

Hassune menekankan bahwa dia bukanlah satu-satunya orang yang menjadi korban.

“Orang-orang Palestina mengalami keluhan serius karena larangan perjalanan Israel,” katanya dikutip Anadolu Agency.

Tindakan Israel mengekang kebebasan berbicara, membatasi kebebasan bepergian dan melarang kebebasan bergerak telah mengundang kecaman dari Swedia, Irlandia dan Denmark serta organisasi-organisasi hak asasi internasional seperti Amnesty International. (RTG/ck)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here