Oleh: Icheiko Ramadhanty

Kawanuainside.com, Davao City – Water salute menyambut ketibaan Garuda Indonesia dari Manado di Bandara Fransisco Bangoy International Airport, tepat pukul 12.30 siang waktu Davao City. Selebrasi atau sambutan dengan penyiraman air melalui water canon ini berbentuk lengkungan.

Kementerian Luar Negeri RI menyambut baik penerbangan perdana Garuda Indonesia (GA) ke Davao City. Penerbangan reguler ini beroperasi dua kali seminggu yakni Senin dan Jumat mulai 27 September 2019.

Dubes Sinyo Harry Sarundajang, menyampaikan bahwa ide pembukaan penerbangan ini berawal dari pertemuannya dengan Duta Besar Wee pada 1 September 2018. Mereka sepakat penerbangan langsung Manado dan Davao untuk meningkatkan kerja sama bidang perdagangan, pariwisata dan investasi antara kedua negara.

“Saya berharap bahwa rute penerbangan ini menyambungkan aktivitas antara masyarakat Indonesia dan Filipina akan semakin meningkat, mengingat Davao dan Manado adalah kota dengan kegiatan ekonomi  yang terus tumbuh untuk  menjadi pintu bisnis dan pintu destinasi  wisata ke seluruh Indonesia,” ucap Dubes.

Pada 30 tahun yang lalu Duta Besar Sarundajang pernah menjabat sebagai Wali Kota Bitung pada saat yang sama Wali Kota Davao City adalah Mr Rodrigo Roa Duterte yang saat ini menjadi Presiden Filipina. Hubungan keduanya sudah terjalin sejak lama.

Pembukaan kembali penerbangan Davao City – Manado juga merupakan salah satu tindak lanjut Air Transport Agreement RI – Filipina yang ditandatangani pada 24 Maret 1972, serta Memorandum of Understanding on Expansion of Air Linkages between Brunei Darussalam, Indonesia, Malaysia, and the Philippines (BIMP) pada 2007. Manado dan Davao City merupakan titik yang ditunjuk.

Penerbangan Garuda rute Manado – Davao ini juga merupakan solusi alternatif bagi wisatawan Filipina terutama dari Kepulauan Mindanao untuk berkunjung ke Manado dan kota-kota lain di Indonesia. Keberadaan 8.745 warga keturunan Indonesia di wilayah Mindanao dan sekitar 5.000 warga negara Filipina dan keturunannya yang menetap di Manado dan kota lain di Sulawesi Utara, sangat berpotensi memanfaatkan rute penerbangan ini.

“Penguatan konektivas ini merupakan salah satu capaian penting yang menandai 70 tahun hubungan bilateral Indonesia – Filipina, yang tentunya akan semakin memperkuat kerja sama bilateral dalam berbagai sektor,” jelas dubes dikutip dari KJRI Davao.

Menandai penerbangan perdana tersebut, GA diluncurkan secara resmi di bandar udara internasional Sam Ratulangi Manado dan disambut resmi di bandar internasional Francisco Bangoy Davao City. Hadir pada acara peresmian tersebut antara lain Ari Askhara, Direktur Utama Garuda Indonesia; Sinyo Sarundajang, Duta Besar Indonesia untuk Filipina; Leehiong T. Wee, Duta Besar Filipina untuk Indonesia; Steven Kandouw, Wakil Gubernur Sulawesi Utara; Denny Abdi, Direktur Asia Tenggara-Kementerian Luar Negeri. (RTG/Aza)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here