Oleh: Hari Santosa    |

Kawanuainside.com, Denpasar – Rabie Ayad Abderahman (30), buronan Pemerintah Amerika Serikat diduga kabur dari Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Ngurah Rai, Bali.

Hal tersebut diketahui saat Rabie akan ditahan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali Didik Farkhan mengatakan, Rabie merupakan buron AS dalam kasus skimming dengan nilai kerugian Rp7 triliun.

Ia saat itu ditangkap di Bali oleh Polda Bali pada 19 April 2018. Penangkapan dilakukan karena adanya red notice atau peringatan dari interpol.

Usai ditangkap, Rabie menjalani sidang ekstradisi dan ditahan di Lapas Kerobokan.

Namun, majelis hakim Pengadilan Negeri Denpasar menolak ekstradisi Rabie pada Rabu (23/10). Penolakan dilakukan karena Hakim menilai nama yang dipersidangkan berbeda dengan yang di pasport.

“Tapi Hakim menolak dengan alasan beda nama. Tapi sudah jelas buktinya, tatonya juga,” katanya, Jumat (8/11).

Saat Jaksa mengajukan banding, Rabie dikeluarkan dari Lapas Kerobokan dan dititipkan ke Imigrasi Ngurah Rai.

Saat banding diterima, Rabie kemudian akan diambil dan kembali ditahan di Lapas Kerobokan.

Namun, saat diambil pada Sslasa (29/10), pihak Imigrasi menyebut Rabie telah kabur. (RTG/Ari/Balicitizen)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here